AKSES PASAR: Produk UKM Diyakini Dominasi Peritel Nasional

Article Source: http://www.bisnis.com/articles/akses-pasar-produk-ukm-diyakini-dominasi-peritel-nasional

Oleh Mulia Ginting Munthe

JAKARTA: Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan optimistis produk-produk yang dihasilkan pelaku usaha kecil dan menengah akan mendominasi produk yang dipasarkan secara nasional pada seluruh jaringan peritelIndonesia. ”Saya sangat yakin akan hal itu terjadi jika semua perusahaan ritelIndonesia memberi peningkatan capacity building terhadap pelaku usaha kecil dan menengah (UKM),” ujarnya Rabu, 18 April 2012.

Capicity building atau peningkatan kapasitas SDM UKM tersebut dilaksanakan PT Carrefour Indonesiaterhadap sekitar 300 pelaku UKM. Targetnya, untuk mendapatkan nilai tambah untuk peningkatan kemampuan terkait dengan usaha yang mereka lakukan.

Oleh karena itu dia mengharapkan kepada perusahaan ritel nasional lainnya yang belum berpartisipasi dalam peningkatan kapasitas SDM pelaku UKM, bisa mengikuti jejak yang dilakukan perusahaan ritel Carrefour yang berbasis di Prancis.

Dalam hal peran serta Carrefour terhadap pelaku usaha kecil dan menengah, ternyata tidak hanya meningkatkan kemampuan kapasitas SDM.

Sebelumnya juga telah menerima produk yang dihasilkan UKM, dan dipasarkan di beberapa gerai perusahaan ritel tersebut melalui program pasar rakyat dan pojok UKM.

Sjarifuddin Hasan bahkan memuji kebijakan yang ditempuh Carrefour, karena melakukan kewajiban pembayaran lebih cepat dari jadwal sebelumnya. Hal ini sangat penting bagi UKM untuk segera melaksanakan kinerjanya.

Sistem pembayaran ini sempat dikeluhkan UKM sebagai pemasok komoditas ke setiap gerai perusahaan ritel diIndonesia.

Karena Carrefour bersedia memperpendek pembayaran atau term of payment kepada UKM, maka Sjarifuddin Hasa meminta perusahaan ritel lain juga mengikutinya.

Mengapa dia menginginkan perusahaan ritel lainnya mengikuti jejak Carrefour? Karena perusahaan ini juga memberikan pembiayaan skala mikro kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) hingga miliaran rupiah setiap tahun.

Namun akses terhadap pembiayaan tersebut dipercayakan kepada salah satu lembaga keuangan mikro (LKM) sebagai pengelola agar pemanfaatannya bisa terlaksana secara berkesinambungan. Terutama bagi pelaku UMKM lainnya untuk mengembangkan usahanya.

Dengan berbagai skema peningkatan SDM UKM tersebut, Sjarifuddin Hasan sangat optimistis produk UKM nasional akan segera mendominasi pemasaran gerai maupun outlet perusahaan ritel nasional yang jumlahnya saat ini melebih sekitar 10.000 gerai di seluruh Indonesia.

Pada acara itu Sjarifuddin Hasan bersama Presiden Direktur PT Carrefour  Indonesia Eric Max Uzan menandantangani kesepakatan bersama untuk peningkatan kapasitas UKM Indonesia. Target peningkatan kapasitas itu mencapai 700 orang selama dua tahun. (Bsi)