Bisnis Global: 10 Orang Terkaya di Jepang

Article Source: http://www.wartaekonomi.co.id/berita-342952348-bisnis-global-10-orang-terkaya-di-jepang.html

Diposting oleh : Ihsan () 

Bencana gempa bumi besar dan tsunami dahsyat juga berefek menurunnya nilai kekayaan orang-orang terkaya di Jepang. Akan tetapi, mereka kini mencoba bangkit meraih kejayaannya kembali. Berikut adalah kisah-kisah singkat orang terkaya di Negeri Matahari Terbit ini.

Jepang adalah raksasa ekonomi terbesar ketiga dunia dengan Produk Domestic Bruto tahun 2011 mencapai US$5.869 miliar. Negeri Matahari Terbit ini juga dikenal sebagai negara dengan industri manufaktur otomotif terbesar kedua dunia serta negara yang memproduksi produk elektronik terbesar di dunia. Berbagai produk perangkat teknologi dan otomotif menjadi pondasi perekonomian Jepang.

Inovasi produk teknologi dan otomotif seakan tidak pernah mati di Negeri Samurai itu. Semakin hari semakin canggih inovasi produk yang ditelurkan perusahaan-perusahaan Jepang. Boleh jadi ini merupakan buah dari usaha perusahaan-perusahaan untuk kian lebih kompetitif atau makin kuat daya saingnya.     Sejatinya, perkembangan industri manufaktur Jepang sudah ada sejak awal abad ke-20, namun baru berkembang pesat pada era 1960-an. Berbagai pabrik berskala besar dibangun kala itu sehingga pada waktu itu memberi dampak peningkatan perekonomian Jepang lebih dari 10% tiap tahunnya. Merek-merek produk Jepang pada era tersebut saling bersaing untuk memenangkan pasar, baik di pasar lokal, regional, maupun global. Dan, hal tersebut masih terjadi sampai saat ini. Pada tahun 2011 tercatat sebanyak 68 dari 500 perusahaan terbesar dunia berasal dari Jepang.

Perkembangan industri Jepang yang begitu pesat pada tahun 1960-an juga memberikan dampak tampilnya Jepang sebagai salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia. Tahun 1980-an dapat dikatakan merupakan era Jepang menikmati pertumbuhan ekonominya yang tinggi. Hal ini dapat dilihat dari banyak aset perusahaan Jepang yang semakin bermekaran di berbagai penjuru dunia ditambah dengan naiknya harga-harga saham perusahaan Jepang. Pada tahun 1980-an pula harga tanah di Jepang semakin mahal, daya beli penduduk Jepang yang meningkat drastis, serta terciptanyagaya hidup masyarakat Jepang yang tinggi.

Akan tetapi, perekonomian Jepang menghadapi tantangan berat. Gempa bumi terbesar dan diserta gelombang tsunami dahsyat yang terjadi di Jepang pada awal 2011 mengakibatkan turunnya angka pendapatan negara tersebut dikarenakan berbagai kerusakan yang menimpa industri manufaktur Jepang secara langsung menghentikan proses produksi perusahaan-perusahaan besar Jepang. Negeri yang berada pada cincin gunung-gunung berapi ini mengalami gempa terbesar sepanjang sejarahnya yang mengakibatkan banyak kerusakan pada infrastruktur dalam negeri Jepang.

Alhasil, sisi ekonomi makro Jepang mengalami penurunan. Berbagai transaksi dalam negeri Jepang menurun drastis. Investasi asing yang menanam modalnya di Jepang melemah. Peringkat Jepang sebagai negeri penguasa ekonomiAsiapun digantikan oleh Cina yang semakin tumbuh pesat. Hal ini berdampak pula pada semakin menurunnya kekayaan orang-orang terkaya di Jepang. Nilai aset yang telah lama mereka kelola menurun pasca gempa. Akan tetapi, seperti halnya para samurai Jepang,tidak kenal menyerah, para pengusaha Jepang kini mencoba bangkit kembali. Semangat bushido terus dikumandangkan pengusaha dan perusahaan Jepang untuk meraih kejayaannya lagi. Berikut profil 10 orang terkaya di Jepang berdasarkan data Forbes pada 28 Maret 2012 lalu:

# 1. Tadashi Yanai & keluarga

Usia: 63 tahun

Kekayaan: US$10,6 miliar

Perusahaan: Fast Retailing Co. Ltd.

Tadashi Yanai adalah seorang konglomerat di dunia bisnis ritel pakaian dan pabrik garmen terbesar di Jepang bernama Fast Retailing Co. Ltd. yang bermarkas di Yamaguchi, Jepang. Fast Retailing Co. Ltd. merupakan salah satu induk perusahaan dari brand fashion kenamaan dari Jepang bernama Uniqlo. Lelaki berusia 63 tahun ini memulai bisnisnya dari sebuah toko ritel kecil bernama Ogori Shoji pada tahun 1963 dikota Ube, perfektur Yamaguchi. Ia memulai ekspansi besar-besaranlima tahun setelah toko pertamanya berdiri dengan menambah toko-toko di kota-kota besar Jepang yang memiliki potensi pasar tinggi.

Keuntungan perusahaan Tadashi memang tidak tergolong stabil semenjak perusahaannya berdiri. Namun, dari segi penjualan terjadi peningkatan secara terus menerus sampai saat ini dengan pencapaian keuntungan hampir 126% pada awal dekade 2000. Perusahaan ritelnya saat ini sudah melebihi 600 cabang yang tersebar di seluruh kota-kota besar di Jepang dan masih akan terus berkembang. Dia menggunakan filosofi perluasan pasar dengan keinginan membangun perusahaan garmen kelas dunia layaknya McDonald’s.

#2. Nobutada Saji & keluarga

Usia: 66 tahun

Kekayaan: US$7,9 miliar

Perusahaan: Suntory Ltd.

Keluarga Nobutada memiliki perusahaan konsumen yang fokus di minuman ringan bernama Suntory Ltd. Perusahaan ini merupakan perusahaan konsumen terdepan Jepang yang menjual minuman ringan. Kekuatan utama produknya terletak pada produk minuman beralkohol seperti wiski, bir, dan anggur. Produk minuman beralkoholnya merupakan penguasa pasar produk minuman keras yang ada di Jepang.

Perusahaan yang dipimpinnya tersebut didirikan tahun 1899 oleh kakeknya, Shinjiro Torii. Produk wiskinya sudah laku di pasaran sejak 1920-an, bahkan dekade-dekade setelahnya perusahaannya mampu mengembangkan produk beralkohol lainnya seperti bir khas Jepang yang diluncurkan tahun 1963. Langkah melakukan variasi produk ini terus berkembang hingga saat ini sehingga lini produk yang dikembangkannya terus bertambah. Selain itu, perusahaannya pun mengakuisisi beberapa perusahaan minuman asing, seperti Orangina Schweppes dan Florigene.

#3. Masayoshi Son

Usia: 54 tahun

Kekayaan: US$ 6,9 miliar

Perusahaan: SoftBank

Lelaki keturunanKorea ini disebut-sebut sebagai Steve Jobs-nyaAsia. Dengan ide yang dimiliki dari latar belakang pendidikannya semasa ia kuliah, dia mendirikan sebuah perusahaan teknologi bernama SoftBank. Lulusan ilmu komputer dariUniversity ofCalifornia,Berkeley ini percaya kalau industri microchip dan teknologi komputer akan mengubah dunia dan memiliki potensi keuntungan yang berlipat. Atas dasar ini, dirinya mendirikan SoftBank pada tahun 1981.
Saat ini perusahaan teknologi itu pun bergerak di berbagai lini bisnis, seperti perangkat kabel dan perangkat nirkabel. Ia juga melebar ke pembentukan perusahaan pengembang permainan komputer bernama GungHo Online Entertainment dan berbagai kerjasama seperti Yahoo!, E-Trade, Ustream.tv, EF Education First and Morningstar. Saham Yahoo! dibelinya sebesar 7% dan masih memiliki minat untuk menambah lembar saham Yahoo! tersebut.  Selain Yahoo!, Masayoshi Son juga membeli anak perusahaan dari Vodafone, yaitu Vodafone K.K sebesar US$15,1 miliar pada Maret 2006.

#4. Hiroshi Mikitani

Usia: 47 tahun

Kekayaan: US$6,3 miliar

Perusahaan: Rakuten

Hiroshi Mikitani adalah pendiri dari Rakuten Inc. dengan dirinya menjadi komisaris perusahaan pada 2001. Lulusan Master of Business and Administration dari  Harvard Business School ini mulai memperkenalkan Rakuten pada tahun 1997 sebagai sebuah website e-commerce yang kemudian menjadi popular di Jepang. Lelaki yang suka bergaya kasual ini dinilai sebagai pekerja keras yang memiliki ambisi yang kuat. Dia bekerja 15 jam perhari dan bekerja selama 6 hari dalam seminggu. Karena ambisi ini yang mengantarkan dirinya menaikkan derajat Rakuten sebagai salah satu dari 10 perusahan web terbesar di dunia menyaingi Google, E-bay, Amazon, Baidu, dan Yahoo!.

Rakuten sendiri merupakan sebuah situs e-commerce yang menangani lebih dari 600 perusahaan blue-chip di Jepang seperti Japan Airlines, Seiko, dan Yamaha. Rakuten sendiri dapat menarik 70 juta pengguna web untuk melihat halaman web  Rakuten tiap bulannya. Keuntungan operasionalnya per kuartal dapat mencapai US$1,9 miliar dan total penjualannya sekitar US$4 miliar.

#5. Kunio Busujima & keluarga

Usia: 86 tahun

Kekayaan: US$5,7 miliar

Perusahaan: Sankyo Co., Ltd

Lelaki berusia 86 tahun ini adalah pendiri dari Sankyo Co., Ltd, sebuah perusahaan yang merakit mesin judi pachinko yang saat ini dinakhodai oleh anaknya Hideyuki Busujima. Perusahaan miliknya adalah penguasa pasar dunia untuk pembuatan mesin judi pachinko. Produksi perusahaannya tidak hanya mesin pachinko, akan tetapi juga meliputi mesin pinball serta perangkat permainan judi lainnya yang biasa ditemuidi Macau,Monaco, danLas Vegas.

#6. Takemitsu Takizaki

Usia: 66 tahun

Kekayaan: US$4 miliar

Perusahaan: Keyence

Takemitsu adalah pemilik dari perusahaan pembuat sensor, alat untuk membaca barcode, vision systems, alat bantu hitung, dan mikroskop digital bernama Keyence. Perusahaan yang sudah dibangun 38 tahun yang lalu ini terbilang sukses karena menerapkan metode direct sales, yakni menunjukkan langsung keunggulan perangkat-perangkat yang dijualnya dengan cara demonstrasi langsung di depan konsumennya. Selain itu, berbagai kepandaian Takemitsu Takizaki dalam meramu pemasaran produknya dinilai juga berperan dalam meningkatkan keuntungan perusahaannya yang saat ini mampu mencapai US$2 miliar tiap tahunnya.

#7. Yoshikazu Tanaka

Usia: 35 tahun

Kekayaan: US$3,5 miliar

Perusahaan: Gree, Inc.

Yoshikazu Tanaka adalah pendiri dan CEO Gree, Inc, sebuah perusahaan social networking yang mengedepankan mobile gaming yang terbesar di Jepang. Peraih sarjana hukum dariNihonUniversity ini awalnya bekerja sebagai pegawai dari So-net Entertainment Corporation, sebuah perusahaan web dibawah Rakuten.

Dia memperkenalkan Gree pada tahun 2004. Berbekal pengalaman di tempat sebelumnya, Tanaka mengembangkan Gree yang hingga saat ini memiliki 29 juta anggota dari seluruh dunia. Menurut dia, orang Jepang suka memainkan game. Maka, ditopang oleh kecanduan game masyarakat pada masa itu hingga sekarang, Yoshikazu pun sukses membangun dan mengembangkan berbagai macam game hingga saat ini.

#8. Akira Mori & keluarga

Usia: 75 tahun

Kekayaan: US$3,2 miliar

Perusahaan: Mori Trust Co., Ltd

Akira Mori adalah presiden dan CEO Mori Trust Co. Ltd. Mori Trust adalah perusahaan yang dirintisnya dengan modal awal dari ayahnya yang merupakan salah satu orang terkaya di dunia dan merupakan pendiriMoriBuilding. Dengan kematian ayahnya pada tahun 1993, maka tongkat kepemimpinan perusahaan beralih ke tangannya.

Konglomerasi perusahaan miliknya itu bergerak di bidang properti dan real estate. Kerugian terbesar yang pernah dia alami adalah pada saat Jepang terkena gempa tahun lalu. Perusahaannya mengalami kerugian sampai jutaan dolar AS dan koneksi informasi yang telah dia bangun selama puluhan tahun rusak total. Namun, saat ini perusahaannya berusaha menutupi kembali kerugian pasca gempa yang terjadi.

#9. Keiichiro Takahara

Usia: 81 tahun

Kekayaan: US$2,9 miliar

Perusahaan: Unicharm

Keiichiro Takahara adalah pendiri dari Unicharm, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perawatan bayi dan perawatan orang dewasa. Perusahaan ini berkembang setelah ekspansi yang dilakukan di Asia Timur dan Asia Tenggara dengan kenaikan keuntungan hampir 40%. Saat ini perusahaan dipegang oleh anaknya yang menjadi Chief Executive Officer dan strategi yang dilakukan anaknya adalah ekspansi penuh ke berbagai negara sejak 2001.

#10. Han Chang Woo & keluarga

Usia: 81 tahun

Kekayaan: US$2,8 miliar

Perusahaan: Maruhan Corp

Han Chang Woo adalah seorang warga negara Jepang keturunanKorea yang mendirikan Maruhan Corp, operator pachinko terbesar di Jepang. Lelaki berusia 80 tahun ini mencoba peruntungannya di Jepang berawal dengan mendirikan berbagai usaha jasa hiburan seperti tempat golf, bioskop, tempat bermain boling, dan lain sebagainya. Saat ini perusahaannya memiliki banyak lini bisnis seperti industri makanan, pengelolaan gedung, dan perbankan.

RIDHO ISPANGGARA

Foto: Ist

Sumber:WartaEkonomi No.11/2012