Pengusaha “Happy”, Uang Mengikuti

Article Source: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/07/13/10332295/Pengusaha.Happy.Uang.Mengikuti

Penulis : Ester Meryana 

KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWANilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com — Pebisnis harus merasa senang dalam memulai dan mengerjakan usahanya. Bila dia senang maka uang pun akan mengikuti. Demikian inti dari happynomic rules ala Chief Creative Officer of Oh My Goodness (OMG) Creative Consulting, Yoris Sebastian.

“Kalau kita happy, kita suka dengan karyanya, itu menurut saya the money will follow,” ujar Yoris kepada Kompas.com, Kamis (12/7/2012).

Yoris menjelaskan, dalam memulai usaha, pelaku usaha diharapkan bisa senang terlebih dahulu. Senang akan karyanya. Happy, kata Yoris, adalah dasar dalam berusaha.

Happynomic sendiri, menurut Yoris, bukan sesuatu yang terlalu berstruktur. Happy bukan berartipassion. Pasalnya, pelaku usaha tetap harus bekerja secara realistis. Usaha harus bisa membiayai kebutuhan sehari-hari. “Tidak semua orang beruntung bisa bekerja dengan passion dia. Ini (usaha) harus ada nilai ekonominya,” kata Yoris yang pernah memenangi Asia Pacific Entrepreneur Award tahun 2008.

Yoris pun memberikan nasihat agar pelaku usaha berhati-hati bila bekerja dengan dasar mewujudkanpassion-nya. Usaha dengan passion itu harus diyakini terlebih dahulu. “Hati-hati kalau kita ngejar passion terus kita main lompat saja. Tiba-tiba keretanya salah kan gawat. Jadi jangan cabut dulu.Kerjain apa pun yang saat ini realistis kita dapat,” tuturnya.

Akan tetapi, Yoris pun menegaskan, jangan sampai uang menjadi nomor satu atau fokus utama. Happyatas karya usaha harus menjadi yang utama. “Tapi ekonomi atau uang, buat saya—dari dulu sebagai sebuah karyawan, top level management, ataupun sekarang sebagai owner—selalu money is number two, three. Selalu happy-nya dan karyanya yang utama,” papar dia. “Happynomic itu lebih ke personal,” tegas Yoris. Editor : A. Wisnubrata