Kisah Sukses Sunny Kamengmau (1). Eks Tukang Kebun Di Balik Sukses Tas Sosialita Jepang
Article Source: http://finance.detik.com/read/2014/03/24/100345/2534357/480/eks-tukang-kebun-di-balik-sukses-tas-sosialita-jepang
Deddy Sinaga - detikfinance
Foto: Deddy Sinaga (detikFinance)
Jakarta -Robita adalah merek tas yang populer di antara sosialita Jepang. Merek ini termasuk ke dalam jajaran produk fashion yang berkelas di negeri Matahari Terbit itu. Tapi tahukah anda bahwa tas ini dibuat di Indonesia dan pengusahanya seorang bekas tukang kebun hotel di Bali?
Sunny Kamengmau namanya. Pria asal Nusa Tenggara Timur itu bilang, ramuan suksesnya adalah keberanian dan kerja keras. Ramuan itu membuat Sunny menjadi salah satu aktor utama di balik popularitas Robita di Jepang.
Pada Selasa (18/3/2014) lalu detikFinance berkesempatan bertemu dengan Sunny di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Dia mengawali kisahnya dari Kupang, NTT, pada 1994. Saat itu usianya baru 18 tahun.
“Saat itu saya lari dari rumah dan tidak menyelesaikan pendidikan SMA,” kata Sunny, mengawali pembicaraan. Pelariannya membawa Sunny ke Kuta, Bali. Di sebuah hotel bernama Un’s Hotel, dia diterima sebagai tukang kebun.
Dalam waktu setahun dia ‘naik pangkat’ menjadi satpam. Profesi ini dijalani selama empat tahun. Setelah itu sebuah peluang baik datang. Tapi kedatangannya tak seperti durian runtuh.
Selama bekerja di Un’s Hotel, Sunny getol belajar bahasa Inggris dan Jepang supaya bisa bergaul dengan para tamu. Begitu teguh niatnya, sampai-sampai gaji pertama sebagai tukang kebun, Rp 50 ribu, sebagian dibelikannya kamus bahasa Inggris.
Sunny bilang, para tamu dan keluarga pemilik Un’s Hotel adalah guru bahasanya. Kombinasi antara kemauan belajar dan sikap yang baik membuatnya bergaul akrab dengan majikan dan tamu. “Antara saya dan keluarga bos, terutama anaknya Marlon ini, seperti tidak ada jarak,” ujar Sunny.







